Taman Nasional Kerinci Seblat

Gunung Kerinci

Gunung Kerinci

Taman Nasional Kerinci Seblat terletak di 4 wilayah propinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah. Secara geografi Taman Nasional Kerinci Seblat terletak pada 100°31’18” – 102°44′ Lintang Timur dan 17’13” – 326’14” Lintang Selatan.

Diumumkan/dinyatakan : Menteri Pertanian No. 736/Mentan/X/1982 seluas 1.484.650 Ha.
Ditunjuk : Menteri Kehutanan, SK. N0. 192/Kpts-II/1996 dengan luas 1.386.000 ha
Letak : Prop. Sumatera Barat, Prop. Jambi, Prop. Bengkulu, Prop. Sumatera Selatan
Curah Hujan : Rata-rata 3.000 mm/tahun
Ketinggian Tempat : 500 – 3.805 m dpl.
Temperatur : Udara \t07° – 28° C

Topografi dan Iklim

Pada umumnya topografi Taman Nasional Kerinci Seblat bergelombang, berlereng curam dan tajam dengan ketinggian antara 200 sampai dengan 3.805 meter dpl. Topografi yang relatif datar dengan ketinggian 800 meter dpl terdapat di daerah enclave Kabupaten Kerinci.

Secara umum curah hujan di kawasan ini cukup tinggi dan merata. Rata-rata curah hujan tahunan berkisar antara 3.000 mm. Musim hujan berlangsung dari bulan September – Pebruari dengan puncak musim hujan pada bulan Desember. Sedangkan musim kemarau berlangsung dari bulan april – Agustus. Suhu udara rata-rata bervariasi yaitu 28° C di dataran rendah, 20° C di Lembah Kerinci dan 9° C di puncak Gunung Kerinci. Kelembaban 80-100%.

Peta Wilayah Taman Nasional Kerinci

Peta Wilayah Taman Nasional Kerinci

Luas Taman Nasional Kerinci Seblat (hasil tata batas) ditetapkan seluas 1.368.000 Ha dengan perincian:

– seluas 353.780 Ha (25,86%) terletak di Propinsi Sumatera Barat-
– seluas 422.190 Ha (30,86%) terletak di Propinsi Jambi-
– seluas 310.910 Ha (22,73%) terletak di Propinsi Bengkulu-
– seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera Selatan-

Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat tersebar di 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa.
Dalam sejarah pembentukannya, taman nasional ini merupakan penyatuan dari kawasan-kawasan Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat, hutan lindung dan hutan produksi terbatas di sekitarnya yang berfungsi hidro-orologis yang sangat vital bagi wilayah sekitarnya.

Kelompok hutan tersebut merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) utama, yaitu DAS Batanghari, DAS Musi dan DAS wilayah pesisir bagian barat, DAS tersebut sangat vital peranannya terutama untuk memenuhi kebutuhan air bagi hidup dan kehidupan jutaan orang yang tinggal di daerah tersebut. Mengingat pentingnya peranan kelompok hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982, bertepatan dengan Kongres Taman Nasional Sedunia di Bali, gabungan kawasan tersebut diumumkan sebagai Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah sam pai ekosistem sub alpin serta beberapa ekosistem yang khas (rawa gambut, rawa air tawar dan danau).

Potensi Flora dan Fauna

Taman Nasional Kerinci Seblat umumnya masih memiliki hutan primer dengan tipe vegetasi utama didominir oleh formasi :
Vegetasi dataran rendah (200 – 600 m dpl)
Vegetasi pegunungan/bukit (600 – 1.500 m dpl)
Vegetasi montana (1.500 – 2.500 m dpl)
Vegetasi belukar gleichenia/paku-pakuan (2.500 – 2.800 m dpl)
Vegetasi sub alpine (2.300 – 3.200 m dpl)

Tidak kurang dari 4.000 jenis flora (63 famili) terdapat di kawasan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, Leguminosae, Lauraceae, Myrtaceae, Bommacaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Myristicaceae, Euphorbiaceae dan Meliaceae. Sedangkan pada ketinggian 500 m – 2000 m dpl. didominasi oleh famili Fagaceae, Erycaceae dan semak-semak sub alpin dari jenis Vaccinium dan Rhododendron.

Beberapa jenis vegetasi yang khas di Taman Nasional Kerinci Seblat antara lain : Histiopteris insica (tumbuhan berpembuluh tertinggi) berada di dinding kawah Gunung Kerinci, berbagai jenis Nepenthes sp, Pinus mercusii strain Kerinci, Kayu pacat (Harpullia arborea), Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi), Agathis sp.

Hasil penelitian Biological Science Club (BScC) pada tahun 1993 di daerah buffer zone ditemukan 115 jenis vegetasi ethnobotanical yang banyak digunakan masyarakat setempat untuk berbagai keperluan seperti untuk obat-obatan, kosmetik, makanan, anti nyamuk dan keperluan rumah tangga.

Jenis Flora

Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 4000 jenis tumbuhan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, dengan flora yang langka dan endemik yaitu :

Pinus Kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci)

Pinus Kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci)

Kayu Pacat (Harpulia alborera)

Kayu Pacat (Harpulia alborera)

Bunga Rafflesia (Rafflesia arnoldi)

Bunga Rafflesia (Rafflesia arnoldi)

Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium dan A. decussilvae).

Bunga Bangkai (Amorphophallus titanium dan A. decussilvae).

Jenis Fauna

Fauna yang tedapat dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat 42 Jenis Mammalia (19 famili), Tujuh diantaranya :

Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)

Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis)

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis)

Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis)

Macan dahan (Neopholis nebulosa)

Macan dahan (Neopholis nebulosa)

Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis)

Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis)

Kucing Emas (Profelis aurata)

Kucing Emas (Profelis aurata)

tapir (Tapirus indicus)

tapir (Tapirus indicus)

kambing hutan (Naemorhedus sumatrensis)

kambing hutan (Naemorhedus sumatrensis)

10 Jenis Reptilia, 6 Jenis Amphibia, satu diantaranya:

 

Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta)

Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta)

Terdapat Enam Primata Endemik Yaitu salah satunya:

Wau-wau Hitam (Hylobates lar)

Wau-wau Hitam (Hylobates lar)

Di samping itu sudah tercatat 306 jenis burung (49 famili), seperti 8 jenis burung endemik empat diantaranya:

Tiung Sumatera (Cochoa becari)

Tiung Sumatera (Cochoa becari)

Burung Abang Pipi (Laphora inornata)

Burung Abang Pipi (Laphora inornata)

Celepuk (Otus stresemanni)

Celepuk (Otus stresemanni)

Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris)

Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris)

referensi : kaskus.co.id

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s